
Pers Jerman dan Eropa mengatakan bahwa Borussia Dortmund jauh lebih maju dalam kesepakatan ini, namun mereka melihat bahwa klub Jerman tersebut menghadapi persaingan yang ketat dari semua orang untuk mengontraknya, yang memberikan klub lain keunggulan dalam mengontraknya karena daya beli dari klub lain.
Salah satu talenta paling menonjol di generasinya!
Joane Gadou telah berkomitmen untuk masa depan jangka panjangnya di Borussia Dortmund, menandatangani kontrak yang akan mempertahankan bek Perancis-Pantai Gading tersebut di klub Bundesliga tersebut hingga tahun 2031.
Bek tengah berusia 19 tahun ini, yang dianggap sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di generasinya, terus melanjutkan perkembangannya di Jerman — liga yang dikenal menawarkan waktu bermain yang berharga dan lingkungan ideal bagi para pemain muda untuk berkembang.
😍 Selamat datang di Dortmund, Joane! BVB telah mengontrak bek tengah Prancis Joane Gadou dari klub divisi satu Austria FC Salzburg. Bek tengah berusia 19 tahun itu menandatangani kontrak hingga 2031 pada Selasa ini. 🤝➡️ pic.twitter.com/m00Bh4xfQO
— Borussia Dortmund (@BVB) 12 Mei 2026
Paris Saint‑Germain, yang memiliki hak penolakan pertama terhadap pemain tersebut, memilih untuk tidak mengaktifkannya, dan memilih untuk membiarkan mantan produk akademi mereka melanjutkan kebangkitannya di Bundesliga daripada segera membawanya kembali ke tim utama. Dortmund, pada bagiannya, telah menunjukkan kepercayaan yang kuat pada Gadou, mengamankan jasanya dengan kontrak jangka panjang yang mencerminkan keyakinan mereka terhadap potensinya. Langkah ini menandai langkah berikutnya dalam karir yang menjanjikan bagi bek berperingkat tinggi ini.
🚨 PSG TIDAK MELAKUKAN HAK PREFERENSINYA UNTUK MEREKRUT JOANE GADOU (2007) 🇫🇷 yang baru saja menandatangani kontrak dengan Borussia Dortmund. ❌Klub ibu kota memiliki prioritas tetapi lebih memilih membiarkan Titi melanjutkan kiprahnya di Jerman 🇩🇪. Bek Salzburg memiliki… pic.twitter.com/BQD6HnhpLR
— Kaki Actu (@ActuFoot_) 12 Mei 2026
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
