
Mamelodi Sundowns bertarung sejauh ini di Rabat pada Minggu malam 24 Mei dalam leg kedua final Liga Champions CAF yang intens untuk menentukan raja Afrika.
Drama terungkap di Rabat
Tuan rumah Maroko memasuki leg kedua di Stadion Prince Moulay Abdellah dengan perlu membalikkan defisit 1-0 dari leg pertama di Pretoria.
Mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan sebelum jeda. Reda Slim melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti sehingga kapten Mohamed Rabie Hrimat dengan tenang mengkonversi penalti pada menit ke-40.
Tendangan penalti yang berhasil membuat penonton tuan rumah menjadi heboh dan menyamakan kedudukan secara agregat.
Namun perayaan itu hanya berlangsung singkat. Pada menit ketujuh waktu tambahan babak pertama, jenderal lini tengah Afrika Selatan Teboho Mokoena membungkam stadion.
Mokoena melepaskan serangan sengit jarak jauh yang melewati kiper Maroko, respons cepat ini benar-benar mengubah mekanisme rumit di final yang memulihkan keunggulan agregat 2-1 Sundowns tepat sebelum wasit meniup tanda turun minum.
ποΈ Cuplikan Pertandingan: Hasil imbang 1-1 menjadikan Mamelodi Sundowns sebagai juara #TotalEnergiesCAFCL vs SEJAUH! pic.twitter.com/Cwv3Rlysum
β TotalEnergies CAFCL & CAFCC π (@CAFCLCC) 24 Mei 2026
Titik balik yang menentukan
Babak kedua memberi AS FAR peluang emas untuk mendorong pertandingan ke perpanjangan waktu.
Dengan waktu tersisa sekitar 15 menit, wasit memberikan penalti kedua kepada klub militer. Hrimat kembali maju untuk menyelamatkan timnya, namun kali ini, tekanan berada di atas angin.
Sang kapten gagal mencapai target dan menyia-nyiakan kesempatan tak ternilai untuk menghidupkan kembali impian Maroko.
Setelah kegagalan penalti, tim yang berbasis di Pretoria sangat mengandalkan pengalaman kontinental mereka. Mereka memperlambat tempo, membatasi ruang di lini tengah dan secara efektif mengatur menit-menit terakhir untuk menggagalkan serangan Maroko.
Penghargaan dan penebusan global
Kemenangan ini menandai trofi Liga Champions CAF kedua Sundowns yang menambah bintang perdananya yang diraih pada tahun 2016.
Ini juga menjadi penebusan besar bagi Brasil yang menderita kekalahan menyakitkan di final musim lalu melawan Pyramids FC dari Mesir. Perjalanan dominan mereka tahun ini termasuk kemenangan agregat 2-0 yang meyakinkan atas raksasa Tunisia Esperance di semifinal yang mengukuhkan status mereka sebagai tim paling konsisten di Afrika.
Selain kejayaan di tingkat benua, kemenangan ini memberi Sundowns tiket yang menggiurkan ke Piala Interkontinental FIFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA 2029 yang sangat dinantikan.
Keuntungan olahraga dan finansial jangka panjang akan menjadikan klub Afrika Selatan ini sebagai merek global.
β π§ππ π¦πππ’π‘π π¦π§ππ₯ βMasandawana menaklukkan benua untuk mengklaim gelar #TotalEnergiesCAFCL kedua kami! πBanggalah Masandawana! Perjalanan selesai! π#Matahari terbenam #AreyengMasandawanaSampai Selesai pic.twitter.com/pg67gAn2Vy
β Mamelodi Sundowns FC (@Masandawana) 24 Mei 2026
Mematahkan Cekungan Utara
Kemenangan Sundowns mewakili pergeseran kekuatan yang jarang terjadi yang mematahkan dominasi tradisional klub-klub Afrika Utara yang telah memenangkan 8 dari 10 gelar Liga Champions terakhir.
Kemenangan kontinental ini mencerminkan perjalanan bersejarah tahun 2016 ketika Pitso Mosimane memimpin Sundowns meraih bintang pertama mereka melawan Zamalek dari Mesir.
SEJAUH ini akan sangat menyesali peluang yang mereka lewatkan dan meninggalkan mereka dengan tangan kosong karena penantian mereka untuk meraih mahkota kontinental pertama sejak 1985 terus berlanjut.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
