
Pelatih Denmark Jess Thorup hampir meninggalkan klub Mesir Al Ahly SC, karena negosiasi baru-baru ini antara kedua belah pihak telah mencapai kemajuan signifikan menuju pemutusan kontrak secara damai.
Thorup tiba di Kairo beberapa jam yang lalu bersama agennya, bertemu dengan manajemen klub Mesir untuk menyelesaikan pembicaraan mengenai kepergiannya.
🚨 BREAKING:Jess Thorup telah tiba di Kairo bersama agennya, dan diskusi diperkirakan akan dilakukan dengan petinggi Al Ahly. Pertemuan akan diadakan saat klub berupaya menjajaki kemungkinan kesepakatan untuk berpisah dengan pelatih asal Denmark tersebut, hanya beberapa bulan setelah pengangkatannya. pic.twitter.com/Xks2KQiL4K
— 4mza (@4mza1) 3 Juni 2026
Al Ahly dan Jesse Thorup hampir bercerai secara damai
Menurut media Mesir FilGoal, negosiasi berlangsung dalam suasana positif dan kesepakatan akhir untuk mengakhiri kolaborasi dapat dicapai dalam beberapa hari mendatang.
Sebagai bagian dari pemisahan ini, manajer asal Denmark tersebut diharapkan menerima kompensasi yang setara dengan gaji tiga bulan, selain gaji bulan Juni.
Sebuah sumber di Al Ahly mengatakan kepada FilGoal: “Klub yakin posisi hukumnya kuat dan berhak mengakhiri kontrak Jess Thorup pada 30 Juni, membayar gaji tiga bulan sebagai kompensasi, tanpa menunggu awal musim berikutnya.”
Sumber yang sama menambahkan: “Saat ini ada dua pilihan yang ada: menunggu hingga 30 Juni untuk menegakkan klausul kompensasi, atau mencapai kesepakatan damai dengan pelatih dalam beberapa hari mendatang.”
Terakhir, sumber tersebut mengklarifikasi: “Al Ahly tidak akan mengungkapkan identitas pelatih kepala berikutnya sampai kasus Jess Thorup diselesaikan sepenuhnya.”
Al Ahly SC telah mencapai kesepakatan penyelesaian penuh dengan pelatih Jess Thorup.⏺️ Dia akan menerima gaji penuh untuk bulan Juni⏺️ Paket kompensasi tambahan 3 bulan⏺️ Agensinya juga akan menerima 10% dari nilai penyelesaianSemua persyaratan disepakati setelah pertemuan panjang hari ini… pic.twitter.com/EPftjxl6pk
— Micky Jnr (@MickyJnr__) 3 Juni 2026
“Ujung jalan?”… Al Ahly menuju perpecahan dengan Thorup
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
