
Usai kekalahan melawan Pantai Gading dalam pertandingan persahabatan, pernyataan Rayan Cherki mengenai ambisi Prancis di Piala Dunia 2026 menimbulkan keheranan di kalangan kubu. Namun, menurut L’Γquipe, situasi tersebut dengan cepat mereda di skuad Prancis.
Beberapa hari setelah kekalahan Prancis dari Pantai Gading (2-1) di Nantes, komentar Rayan Cherki tentang ambisi Les Bleus menimbulkan pertanyaan internal. Menurut L’Γquipe, beberapa anggota staf awalnya terkejut dengan kata-kata yang digunakan pemain Manchester City tersebut, yang mengklaim bahwa Prancis menuju Piala Dunia untuk “menghancurkan semua orang”.
π¨π¨ STAF BLEUS TIDAK MENDAPAT PERNYATAAN CHERKI π«π· AWAL βπ₯ΆPemain Manchester City kemarin mengatakan bahwa Les Bleus akan ke Piala Dunia” π§π’ ππ₯π¨π¦π ππ©ππ₯π¬π’π‘π.”Deschamps pergi untuk membuat Cherki memahamiβ¦ pic.twitter.com/wT4xa8dVcK
β BeFootball (@_BeFootball) 5 Juni 2026
Namun, situasinya segera diklarifikasi. Di dalam kubu Prancis, diyakinkan bahwa “Sama sekali tidak ada masalah antara Rayan dan Didier Deschamps. Itu adalah wawancara sepuluh menit di mana Rayan berbicara dengan bebas. Dan dalam satu kalimat, dengan kata-katanya sendiri, kata-kata dari generasinya, dia ingin menyatakan ambisi tim Prancis.” Namun sang pelatih meluangkan waktu untuk berbicara dengan pemainnya untuk menjelaskan berbagai kemungkinan interpretasi atas pernyataan tersebut.
Kaki ajaib Cherki β¨ pic.twitter.com/ngRELVR3dK
β UEFA EURO (@UEFAEURO) 5 Juni 2026
Terlebih lagi, episode ini seharusnya tidak berdampak pada statusnya di dalam skuad. βIni pelajaran bagi pemain muda internasional yang belum mencatatkan sepuluh caps (6),β ungkap sumber internal.
Lihat juga: “Saya akan makan Lamine Yamal satu lawan satu”: Patrice Evra tidak ragu sedetik pun
Sekadar mengingatkan, Prancis akan bermain di Grup I Piala Dunia 2026 bersama Senegal, Irak, dan Norwegia.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
