Piala Dunia 2026: Carthage Eagles tenggelam melawan Swedia (5-1)

Piala Dunia 2026: Carthage Eagles tenggelam melawan Swedia (5-1)
Tunisia mengalami awal mimpi buruk di Piala Dunia 2026. Menghadapi Swedia di Grup F di Monterrey, pasukan Sabri Lamouchi menderita kekalahan telak 5-1, membuat harapan mereka untuk mencapai babak 16 besar terancam punah.
Tim Skandinavia dengan cepat mengambil kendali berkat Yasin Ayari yang membuka skor hanya pada menit ke-7. Gelandang ini, yang lahir dari orang tua asal Tunisia namun berkewarganegaraan internasional Swedia, selalu tampil penuh inspirasi. Alexander Isak kemudian menggandakan keunggulan pada waktu setengah jam, memanfaatkan kelemahan pertahanan Tunisia.
Pertahanan Tunisia berada dalam masalah besar
Meskipun Omar Rekik membalaskan satu gol sebelum turun minum (43′), Carthage Eagles tidak pernah berhasil membalikkan tren. Kesalahan individu berlipat ganda setelah babak kedua dimulai, sehingga Viktor Gyökeres dan kemudian Mattias Svanberg semakin memperbesar keunggulan Swedia. Di masa tambahan waktu, Ayari kembali mencetak gol untuk melengkapi dua golnya dan memastikan nasib pertandingan.
Posisi terbawah Grup F usai hasil imbang Jepang dan Belanda (2-2), Tunisia sudah merasakan tekanan. Untuk menjaga petualangan Piala Dunia mereka tetap hidup, mereka harus melakukan kejutan besar dalam pertandingan mendatang melawan Jepang dan Belanda.
Ke sepak bola Afrika?
Klik tombol untuk melihat berita sepak bola kami di Google
![]()
Tetap Terdepan dalam Permainan
Bergabunglah dengan komunitas kami untuk mendiskusikan berita sepak bola terkini dan mendapatkan wawasan eksklusif
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
