CDM 2026 – Aljazair: Medhi Lacen membidik Vladimir Petkovic

CDM 2026 – Aljazair: Medhi Lacen membidik Vladimir Petkovic

Meski Aljazair meraih kemenangan dramatis atas Jordan (2-1), Vladimir Petkovic terus menghadapi rentetan kritik. Setelah Islam Slimani, kini Medhi Lacen yang mempertanyakan kinerja manajer asal Swiss tersebut, terutama menyoroti kurangnya identitas bermain yang sebenarnya untuk Fennecs.

Kemenangan yang diraih dengan susah payah melawan Jordan (2-1) tidak cukup untuk membungkam kritik seputar Vladimir Petkovic. Meski Aljazair telah menghidupkan kembali harapannya untuk lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, performa tim tersebut masih memicu perdebatan sengit.

Baca Juga: CDM 2026 / Aljazair – Austria: FIFA Ungkap Wasit Laga Kualifikasi! (Resmi)

Usai Islam Slimani, kini giliran Medhi Lacen yang melontarkan kritik kepada pelatih timnas. Mantan kapten Partai Hijau ini sangat keras terhadap Winamax TV:

“Saya sangat setuju, kalau bagi saya, pelatih benar-benar gagal. Selama 2-3 tahun terakhir, saya belum melihat rencana permainannya. Apa filosofi bermain tim saat ini? Apa tujuannya? (…) Saya tidak melihat semua itu. Saya tidak mengerti arah yang diambil. Dan itulah yang paling mengganggu saya.”

Bagi Mehdi Lacen, mantan pemain internasional Aljazair. Petkovic adalah pelatih yang gagal, dan meskipun dia sudah berada di sini selama 3 tahun, kami tidak memiliki gaya bermain yang nyata.pic.twitter.com/cUGGQFJiwF

— Paradou Ac Talents (@Paradoutalents) 23 Juni 2026

Namun, pelatih asal Swiss itu akan memiliki kesempatan untuk membungkam kritiknya pada pertandingan berikutnya. Memang benar, kemenangan melawan Austria akan mengamankan kualifikasi langsung bagi Fennec dan, setidaknya untuk sementara, dapat meredakan ketegangan yang menyelimuti tim nasional Aljazair.


Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.

Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *