
Ketiga di Grup K, DR Kongo harus mengalahkan Uzbekistan untuk mengamankan kualifikasi bersejarah ke babak 32 besar Piala Dunia. Meskipun ini adalah pertemuan pertama antara kedua belah pihak, Macan Tutul telah menghadapi lawan Asia lainnya di masa lalu.
Pasukan Sebastien Desabre menahan imbang Portugal 1-1 sebelum kalah tipis 1-0 dari Kolombia. Kini, mereka bersiap untuk pertandingan berisiko tinggi pada hari Sabtu, 27 Juni 2026, pukul 23:30 GMT melawan tim Uzbek, dengan hanya kemenangan yang menjamin mereka mendapat tempat di babak turnamen berikutnya.
Piala Dunia 2026: Jadwal resmi dan lengkap penyisihan grup
Menjelang pertarungan dengan Uzbekistan, rekor DR Kongo melawan tim-tim Asia mengecewakan: hanya satu kali seri dan lima kekalahan. Kemenangan malam ini akan menandai kemenangan pertama mereka melawan lawan AFC.
Pertemuan pertama terjadi pada 14 Juli 1975, ketika tim tersebut dikenal sebagai Zaire. Pertandingan persahabatan itu berakhir dengan kekalahan 1-3 dari Iran. Sejak itu, serangkaian pertandingan persahabatan telah dilakukan, dengan kekalahan dari Arab Saudi (0-2, 2010), Irak (0-1 dan 1-2, 2015), dan Bahrain (0-1, 2022).
Satu-satunya pertandingan yang tidak berakhir dengan kekalahan adalah hasil imbang 2-2 melawan Qatar dalam pertandingan persahabatan yang dimainkan pada 14 Oktober 2009.
Malam ini, taruhannya ada dua bagi DR Kongo: kemenangan pertama mereka atas tim Asia dan kualifikasi perdananya ke babak sistem gugur Piala Dunia.
⏳️Pertandingan selanjutnya
🏆Grup K | Cocokkan 3
⚔️🇮🇩Uzbekistan 🆚 Tingkat DR Kongo
⌚️19:30 (Atlanta 🇮🇩) | 00:30 (Kinshasa😊)
Stadion Atlanta, Atlanta
Ayo Macan Tutul 🐆!#AllezLesLéopards #FIFAWC2026 #TousDerrièreLesLéopards #BendeleEkweyaTe pic.twitter.com/wlFk0ldYKb
— Fecofa RDC_Officiel (@FecofaRdc) 27 Juni 2026
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
