
Petir di sepak bola Senegal. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) mengumumkan bahwa mereka telah memulai proses untuk mengakhiri kontrak pelatih tim nasional Pape Thiaw dan seluruh staf teknisnya.
Pape Thiaw tidak akan lagi memimpin Lions of Teranga setelah Senegal tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia. Bertemu pada Sabtu malam, Komite Eksekutif FSF dengan suara bulat memutuskan untuk mengakhiri masa jabatan pelatih asal Senegal tersebut. Presiden Federasi telah diberi mandat untuk meneruskan keputusan ini kepada Kementerian Olahraga, otoritas pengawas, sesuai dengan prosedur yang berlaku saat ini.
Sebuah keputusan meskipun ada perpanjangan baru-baru ini
Keputusan ini diambil hanya beberapa hari setelah berakhirnya Piala Dunia 2026 dan semakin mengejutkan mengingat Pape Thiaw telah memperpanjang kontraknya jelang laga Senegal vs Norwegia di turnamen tersebut.
Meskipun ada perpanjangan waktu, para pejabat FSF pada akhirnya memutuskan untuk membalik halaman dan memulai babak baru di pucuk pimpinan Lions of Teranga.
Resmi | Federasi Sepak Bola Senegal mengumumkan telah memulai proses untuk mengakhiri kontrak pelatih tim nasional, Pape Thiaw, dan staf teknisnya. Untuk tujuan ini, mandat telah diberikan kepada presiden FSF untuk menyampaikan keputusan ini kepada… pic.twitter.com/wdtla1vVVM
— Taggat (@taggatsn) 12 Juli 2026
Identitas pelatih kepala berikutnya belum terungkap, namun Federasi diperkirakan akan bergerak cepat mencari pengganti Pape Thiaw.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
