
Setelah pernyataan minat disetujui oleh CAF, trio Sahelian langsung masuk ke inti permasalahan. Burkina Faso, Mali, dan Niger kini sedang mempersiapkan berkas pencalonan resmi mereka untuk menjadi tuan rumah Piala Afrika 2032.
Dalam pernyataannya, Federasi Sepak Bola Nigeria mengklarifikasi bahwa fase baru ini akan dilaksanakan “melalui koordinasi dengan pihak berwenang dan federasi Burkina Faso dan Mali.” Tujuannya: untuk mengajukan proposal yang kuat dan memenuhi persyaratan CAF.
Burkina Faso, Mali, dan Niger adalah kandidat tuan rumah Piala Afrika 2032.CAF telah mengonfirmasi bahwa mereka menerima pernyataan minat bersama dari Burkina Faso, Mali, dan Niger untuk menjadi tuan rumah AFCON 2032, yang secara resmi meluncurkan pencalonan mereka.#FasoSports pic.twitter.com/rwmh0sEXP7
— FasoSports (@fasosports18) 21 Juli 2026
Langkah pertama adalah menyatakan ambisi mereka. Tonggak sejarah itu kini telah terlewati. CAF telah mengkonfirmasi pihaknya telah menerima dan menyetujui deklarasi kepentingan bersama dari tiga negara AES. Sekarang sampai pada fase teknis: infrastruktur, jaminan pemerintah, rencana keamanan, anggaran, dan semua rincian lainnya yang harus dijabarkan oleh ketiga federasi dalam upaya bersama mereka untuk meyakinkan badan sepak bola Afrika.
Federasi Sepak Bola Niger (#FENIFOOT) menginformasikan kepada publik nasional dan keluarga sepak bola bahwa Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah secara resmi mengonfirmasi pernyataan minat Burkina Faso, Mali, dan Niger untuk menjadi tuan rumah… pic.twitter.com/gQROxejPFd
— Niger Fr (@NigerAr) 21 Juli 2026
Hal ini merupakan tantangan logistik dan politik yang besar – namun yang terpenting, hal ini merupakan simbol kuat persatuan regional bagi Burkina Faso, Mali, dan Niger.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
