
Masa jabatan Sylvinho memimpin Albania resmi berakhir. Setelah tiga setengah tahun berada di bangku cadangan Albania, pelatih asal Brasil itu meninggalkan jabatannya menyusul kesepakatan bersama yang dicapai dengan presiden Federasi Sepak Bola Albania, Armand Duka.
Datang dengan ambisi membawa timnas Albania ke level berikutnya, Sylvinho meninggalkan warisan bersejarah. Di bawah bimbingannya, Albania mengamankan kualifikasi untuk UEFA Euro 2024 dan meraih tempat playoff untuk Piala Dunia FIFA 2026. Prestasi tersebut jarang ditandingi oleh The Eagles dan akan tetap terpatri dalam sejarah sepak bola Albania.
Rekor yang beragam terlepas dari hasilnya
Meskipun hasilnya dipuji, beberapa pendukung dan media tetap mengkritik pelatih asal Brazil tersebut karena gaya permainannya yang dianggap terlalu hati-hati dan kurangnya keberanian taktis. Pemilihan pemainnya, yang sering dianggap konservatif, juga memicu kritik dalam beberapa bulan terakhir.
Meski begitu, kini banyak yang mengakui bahwa tugasnya tidak bisa dianggap gagal. Sylvinho telah membantu Albania mendapatkan kredibilitas baik di pentas Eropa dan internasional.
Sylvinho meninggalkan komando teknis Albania. Rolando Maran dari Italia (Catania, Chievo, Cagliari, Genoa) dimasukkan sebagai penggantinya. pic.twitter.com/KM1fwvk2XE
— Leonardo Bertozzi (@lbertozzi) 19 Mei 2026
Untuk menggantikannya, Federasi telah memilih Rolando Maran. Pelatih asal Italia, yang sebelumnya melatih Catania, Chievo Verona, Cagliari Calcio, dan Genoa CFC, kini ditugaskan untuk melanjutkan perkembangan Albania dan memimpin tim nasional ke level baru.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
