
Ada pengorbanan, dan ada juga pengorbanan yang dilakukan William Saliba pada musim panas 2026. Bek tengah Prancis itu membawa sebuah rahasia ke lapangan Piala Dunia—sebuah rahasia yang, jika diketahui, mungkin akan menghentikannya untuk bermain sama sekali. Menurut jurnalis Fabrice Hawkins, Saliba cocok untuk hampir setiap pertandingan Prancis sambil merawat patah tulang belakang di punggungnya.
Sejak peluit pembukaan turnamen dibunyikan, rasa sakit sudah terasa—teman yang terus-menerus menggerogoti yang tidak pernah mengendurkan cengkeramannya. Tapi Saliba mengesampingkannya, didorong oleh kesetiaan yang kuat kepada rekan satu timnya dan warna negaranya. Ia tampil di level elit, pertandingan demi pertandingan, menutupi cederanya dengan ketabahan dan determinasi. Namun tekad itu ada batasnya. Di laga semifinal melawan Spanyol, tubuhnya akhirnya berteriak lebih keras dari keinginannya. Hanya setengah jam setelah kontes berlangsung, sang bek terpaksa meninggalkan lapangan, mimpinya di Piala Dunia pun berakhir. Tanpa dia, Prancis hancur, tertinggal 0-2 dan menyaksikan harapan mereka menguap.
🚨 PECAH! 🤯William Saliba memainkan hampir setiap pertandingan di Dunia 2026 karena mengalami patah tulang punggung. 🇫🇷ℹ️ @FabriceHawkins pic.twitter.com/rzJThDqIEi
— Polimarket FC (@PolymarketFC) 16 Juli 2026
Sekarang, kembali ke Arsenal, pertandingan yang ditunggu-tunggu dimulai. Klub sangat ingin membawanya pulang untuk pemeriksaan menyeluruh, dan operasi mungkin bisa dilakukan. Namun, untuk saat ini, tidak ada seorang pun—baik dokter, pelatih, bahkan Saliba sendiri—yang dapat mengatakan berapa lama jalan menuju pemulihan. Harga patriotisme tampaknya diukur lebih dari sekedar medali.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
