
FIFA menunjuk wasit asal Slovenia untuk menangani pertandingan final Piala Dunia yang sangat dinantikan pada hari Minggu di New Jersey.
FIFA secara resmi menyerahkan peluit pertandingan monumental hari Minggu di stadion MetLife kepada ofisial Slovenia yang berpengalaman. Sementara kubu Spanyol mempersiapkan gaya kepemimpinannya yang ketat, penunjukan tersebut menimbulkan kenangan yang sangat pahit bagi skuad Argentina.
Vincic menjadi pemain tengah selama Piala Dunia 2022 di Qatar ketika Arab Saudi melakukan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah sepak bola dengan mengalahkan tim asuhan Lionel Messi 2-1 di pertandingan pembuka grup mereka.
Penggerebekan kabin tahun 2020 yang mengejutkan
Di luar sejarahnya di lapangan, Vincic memiliki masa lalu yang sangat rumit yang hampir menghancurkan seluruh karier wasitnya.
Pada tahun 2020, ia menjadi berita utama halaman depan global setelah ditahan dalam penggerebekan besar-besaran polisi di Bijeljina, Bosnia dan Herzegovina. Otoritas penegak hukum menyerbu kabin lokal dan mengungkap jaringan ilegal besar.
Operasi tersebut menghasilkan sembilan wanita, 26 pria, 14 kantong kokain, 10 senjata api, 3 rompi anti peluru dan uang tunai lebih dari 10.000 euro.
Laporan pada saat itu menyebutkan Vincic sedang makan malam bersama Tijana Maksimovic, tersangka pemimpin komplotan tersebut. Wasit segera menyatakan dia tidak bersalah dan menjelaskan bahwa dia hanya menerima undangan makan siang biasa dan mendapati dirinya terjebak dalam mimpi buruk.
Asosiasi Sepak Bola Slovenia dengan tegas mendukungnya selama cobaan berat tersebut dan mengabaikan seluruh insiden tersebut sebagai kasus bahwa dia berada di tempat yang salah dan waktu yang salah.
Wasit final Piala Dunia, Slavko Vincic ditangkap di “pesta seks” pada tahun 2020, tetapi tidak didakwa. Dia termasuk di antara 26 pria dan 9 wanita yang ditahan di sebuah pesta dengan empat paket kokain, 10 pistol, tiga rompi pelindung, dan uang tunai lebih dari $11.400 pic.twitter.com/wX2GUmHZMS
— Olahraga Polymarket (@PolymarketSport) 17 Juli 2026
Dari skandal hingga puncak sepakbola
Alih-alih membiarkan skandal itu mendefinisikan dirinya, Vincic berhasil membangun kembali reputasi profesionalnya menjadi salah satu ofisial pertandingan elit UEFA yang paling tepercaya.
Dia membuktikan kredensial kelas dunianya di panggung klub terbesar dengan memimpin final Liga Champions 2024 dengan sempurna di Wembley di mana Real Madrid mengalahkan Borussia Dortmund. Pada hari Minggu ia akan didukung oleh asisten wasit Tomaz Klancnik & Andraz Kovacic dengan Adham Makhadmeh dari Yordania akan bertindak sebagai ofisial keempat.
Memperkenalkan wasit Anda untuk Final @FIFAWorldCup 2026….🥁Selamat, Slavko Vinčić! 👏 pic.twitter.com/OMLJ3oA31p
— FIFA (@FIFAcom) 17 Juli 2026
Mengatasi tekanan ekstrim
Wasit mengatasi pengawasan pribadi yang ketat untuk memimpin final Piala Dunia jarang terjadi namun merupakan kejadian menarik dalam sejarah olahraga modern.
Perjalanan dramatis Vincic ke final menarik perbandingan yang berbeda dengan wasit legendaris Brasil Arnaldo Cezar Coelho. Sebelum memimpin final Piala Dunia 1982 yang ikonik antara Italia dan Jerman Barat, Coelho menghadapi pengawasan ketat di dalam negeri dan skeptisisme media mengenai kemampuannya menangani pertarungan Eropa yang berisiko tinggi.
Namun dia menyampaikan kelas master yang disiplin di Madrid dan berhasil menghilangkan kebisingan latar belakang.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
