
Komite Wasit Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah resmi mengumumkan tim wasit yang akan memimpin pertandingan leg pertama final Liga Champions antara Mamelodi Sundowns dan AS FAR.
Bentrokan tersebut dijadwalkan pada Minggu, 17 Mei, di Stadion Loftus Versfeld di Pretoria, setelah dijadwal ulang mulai 15 Mei menyusul permintaan dari klub Afrika Selatan tersebut.
🚨 MENDESAK 🚨 Apakah CAF memprovokasi Maroko? Wasit Jean-Jacques Ndala Ngambo ditunjuk untuk memimpin pertandingan leg pertama final Liga Champions antara AS FAR dan Mamelodi Sundowns. ⚖️Keputusan pasti akan menimbulkan reaksi… 👀 pic.twitter.com/n26ai5F3vu
— KoraMaroc (@AtKoraMaroc) 3 Mei 2026
Final CAF CL: Ndala menjadi wasit leg pertama Sundowns vs AS FAR
Menurut media Maroko “Al Botola”, CAF telah menunjuk wasit internasional Kongo Jean-Jacques Ndala—yang memimpin final AFCON 2025 antara Maroko dan Senegal—untuk memimpin pertandingan yang menentukan ini. Ia akan dibantu oleh Jolyen Ngila (asisten 1) dan Gérard Monia (asisten 2), dengan Jesse Mosi bertugas sebagai ofisial keempat.
Tugas Video Assistant Referee (VAR) akan ditangani oleh Ahmed Abdelaziz dari Sudan, bersama Ahmed Al-Shalmani dari Libya dan Diana Chikotesha dari Zambia.
Selain itu, Desmond Maringwa dari Zimbabwe ditunjuk sebagai komisaris pertandingan. Wasit dan pengamat keamanan dari Eswatini dan Seychelles juga telah ditunjuk, serta penilai wasit dari DR Kongo dan Senegal.
Segalanya menjadi semakin sulit dipercaya di CAFFinal antara Sundowns dan FAR Rabat akan dipimpin oleh Jean Jacques NdalaCGK. Ini adalah wasit yang sama yang banyak dikritik karena melanggar peraturan selama final AFCON dan tidak akan memimpin Piala Dunia. pic.twitter.com/St3Eca0c8j
— Kamil Mohamed Saâd (@brahimdiazteam) May 3, 2026
Gavin Hunt membuat tuntutan Liga Juara-Juara Sundowns
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
