
Stadion 5 Juli akan menjadi tuan rumah, pada Sabtu, 9 Mei, leg pertama final Piala Konfederasi 2025-2026 antara USM Alger (Aljazair) dan Zamalek (Mesir).
Sepekan berselang, Stadion Kairo akan menggelar leg kedua yang dipastikan menjadi penentu siapa yang mengangkat trofi.
Resmi: FIFA mengumumkan peringkat barunya setelah AFCON 2025
Klub yang bermarkas di Aljir itu mencapai final berkat aturan gol tandang dengan mengalahkan Olympique de Safi (0-0 di leg pertama dan 1-1 di leg kedua).
Di pihak mereka, raksasa Kairo membukukan tempat mereka di final setelah mengalahkan CR Belouizdad (1-0 di leg pertama dan 0-0 di leg kedua).
Mari kita melihat kembali lima final yang tak terlupakan dalam sejarah Piala Konfederasi.
2004: Hearts of Oak 1-1, lalu 1-1 (8-7 pena.) Asante Kotoko
Kedua raksasa sepak bola Ghana berhadapan di final edisi 2004. Kedua leg berakhir dengan skor yang sama (1-1), sebelum Hearts of Oak meraih kemenangan tertinggi dalam adu penalti yang menakjubkan.
2008: CS Sfaxien 0-0, lalu ES Sahel 2-2
Sekali lagi, final menampilkan derby antara klub Tunisia CS Sfaxien dan ES Sahel. Leg pertama berlangsung ketat, sangat kontras dengan leg kedua yang menegangkan. Pada akhirnya, Sfaxien dinobatkan sebagai juara berkat aturan gol tandang.
2013: CS Sfaxien 2-0, lalu 1-2 TP Mazembe
Tim Tunisia mengira mereka telah melakukan bagian yang sulit dengan memenangkan leg pertama 2-0 di kandang melawan rival Kongo mereka, namun determinasi Ravens bersinar saat mereka bangkit di leg kedua, mencetak dua gol hanya dalam 23 menit melalui Cheibane TraorĂ© (10′) dan Mbwana Samatta (23′). Namun Fakhreddine Ben Youssef memberikan pukulan mematikan pada menit ke-88, mengamankan gelar bagi tim Tunisia.
2018: Raja CA 3-0, lalu 1-3 AS Vita Club
Raksasa sepak bola Maroko meraih keunggulan 3-0 di leg pertama, berkat gol dari S. Rahimi (47′, 61′) dan M. Benhalib (66′ pen). Di leg kedua, mereka mengira ketegangan telah usai setelah gol A. Hafidi (21′), namun tim Kongo menghidupkan kembali kedudukan melalui gol Jean-Marc Makusu (45’+4), Mukoko Batezadio (71′), dan Fabrice Ngoma (74′).
2021: Raja CA 2-1 (final tunggal) JS Kabylie
Derby Afrika Utara menguntungkan klub Maroko melawan rekan-rekan mereka dari Aljazair. Gol Raja tercipta dari Soufiane Rahimi (5′) dan Ben Malango (14′), sedangkan satu-satunya gol balasan JS Kabylie dicetak oleh Zakaria Boulahia (46′).
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
