Luar biasa: N’Golo Kanté tidak ingin bermain untuk Prancis

Luar biasa: N’Golo Kanté tidak ingin bermain untuk Prancis

N’Golo Kanté bisa saja mengenakan warna Mali daripada biru Prancis yang terkenal. Dalam podcast Jamie Vardy’s Have A Party, mantan rekan setimnya di Leicester Jamie Vardy mengungkapkan bahwa sang gelandang awalnya ingin mewakili tanah air ayahnya.

Prancis berhasil mengalahkan Mali

Jamie Vardy berkata: “N’Golo Kanté ingin bermain untuk Mali, bukan Prancis, sebagai penghormatan kepada asal usul ayahnya.” Namun di pusat pelatihan Leicester pada tahun 2016, menjelang Euro pada tahun yang sama, The Foxes membantu mengubah pikirannya: “Tetapi Prancis memanggilnya sebelum Mali melakukannya. Kami berada di pusat pelatihan dan mengatakan kepadanya: ‘Apa yang Anda pikirkan? Mereka akan menang! Pergi ke Prancis!'” ungkap Vardy.

😯 Jamie Vardy 🇲🇱: “N’Golo Kanté 🇫🇷 ingin bermain untuk Mali 🇲🇱 untuk menghormati akarnya di pihak ayahnya! Kami meyakinkannya bahwa dia akan memenangkan Piala Dunia bersama Prancis 🇫🇷.” pic.twitter.com/cO0fj836aN

— Actu Kaki (@ActuFoot_) 22 Juli 2026

Legenda Les Bleus

Keputusan itu terbukti menjadi sebuah pukulan telak bagi Kanté, yang menjadi andalan tim nasional Prancis. Dengan 69 caps internasional, dua gol, dan dua trofi utama, gelandang berusia 35 tahun ini telah mengukir namanya dalam sejarah Les Bleus: runner-up Euro 2016, juara Piala Dunia 2018, dan pemenang Nations League 2021. Ia bahkan sempat dipanggil ke skuad Piala Dunia 2026, meski tak tampil.

Sesuai dengan akarnya

Vardy pun mengenang cerita lain dari musim perebutan gelar bersama Leicester City di Liga Inggris. “Dia memberikan Mini Cooper-nya kepada orang tuanya di desa dan membeli yang baru setelah rekan satu timnya menggodanya tentang hal itu.”

🗣️ Jamie Vardy: “N’Golo Kanté ingin bermain untuk Mali untuk mewakili asal usulnya, tapi dia yakin dia akan menjadi pemenang Piala Dunia bersama Prancis.” pic.twitter.com/KEK77Rt62L

— PurelyFootball ℗ (@PurelyFootball) 22 Juli 2026

Ini adalah sebuah anekdot yang menawan, namun hal ini menunjukkan betapa kuatnya mantan bintang Chelsea ini tetap terhubung dengan warisan leluhurnya. Meskipun ia memilih Prancis dibandingkan The Eagles, Kanté tidak pernah melupakan asal usulnya. Ia sering terlihat di Mali selama liburan dan aktif terlibat dalam pekerjaan sosial di sana, membangun rumah sakit modern dan mendirikan akademi sepak bola untuk membina generasi berbakat berikutnya.

Kini bersama Fenerbahçe, Kanté tetap menjadi teladan sejati dalam hal kerendahan hati.


Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.

Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *