
Pep Guardiola pada akhirnya tidak akan menangani timnas Italia. Didekati Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), manajer asal Spanyol itu menolak tawaran tersebut dengan alasan pribadi dan keluarga.
Dalam pencarian mereka untuk pelatih kepala baru, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menghadapi kemunduran besar. Diundang untuk memimpin Azzurri, Pep Guardiola menolak lamaran tersebut, malah memilih istirahat dan mendedikasikan waktu untuk keluarganya sebelum mempertimbangkan untuk kembali ke ruang istirahat.
Menurut informasi dari Gianluca Di Marzio, Guardiola mengumumkan keputusan terakhirnya pada malam tanggal 23-24 Juli kepada direktur teknik baru FIGC, Paolo Maldini, serta duta besar federasi, Leonardo.
Mantan manajer Manchester City itu menjelaskan, penolakannya bukan dilatarbelakangi oleh alasan olahraga apa pun, melainkan semata-mata karena keinginannya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan beristirahat sebelum kembali ke bangku cadangan.
“Saya merasa tersanjung, namun saya belum merasa siap,” kata pelatih asal Spanyol itu.
Andrea Pirlo kini menjadi favorit
Federasi Italia berharap dapat meyakinkan salah satu manajer paling berprestasi dalam sejarah sepakbola modern untuk memimpin Azzurri. Meskipun ada minat yang tulus, kesepakatan itu akhirnya gagal.
Menyusul penolakan dari Pep Guardiola, Andrea Pirlo kini muncul sebagai kandidat utama untuk memimpin timnas Italia.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
