Pidato rahasia pada paruh waktu yang membuat Mesir membalikkan keadaan terhadap Selandia Baru

Pesan 15 menit dari Hossam Hassan: Rahasia tak terhitung saat turun minum melawan Selandia Baru yang membawa Mesir memuncaki Grup G
22.06.26
FT
Piala Dunia
1
:
3
Menyusul kembalinya Piala Dunia bersejarah di Vancouver pada hari Senin, manajer tim nasional mengungkapkan perubahan emosional yang terjadi saat turun minum.
Tertinggal satu gol setelah 45 menit pertama yang membuat frustrasi, pelatih kepala Hossam Hassan tahu dia perlu mengatur ulang ruang ganti sepenuhnya. Berbicara pada konferensi pers pasca pertandingan, manajer yang tampak emosional ini menjelaskan bagaimana dia memotivasi pasukannya untuk membalikkan keadaan saat melawan Selandia Baru.
Dia mengingatkan skuatnya akan dukungan besar-besaran di tribun penonton dan mengatakan kepada mereka bahwa rasanya seperti bermain di Stadion Kairo yang ikonik. Hassan menuntut semangat kemenangan yang tiada henti dan menolak membiarkan hasil buruk menghancurkan kepercayaan mendalam yang telah mereka bangun dengan basis penggemar selama dua tahun terakhir.
Pidatonya berhasil dengan sempurna dan saat peluit akhir dibunyikan, manajer yang menangis itu terlihat dengan bangga mengabarkan bendera nasional di sekitar lapangan.
Mengontrol nasib turnamen mereka
Kemenangan monumental 3-1 ini, kemenangan pertama mereka dalam sembilan pertandingan Piala Dunia sejak tahun 1934, benar-benar mengubah lanskap Grup G.
Dengan Belgia dan Iran bermain imbang 0-0 pada hari Minggu, Firaun kini duduk nyaman di puncak klasemen dengan 4 poin. Tempat di babak 32 besar kini sudah dalam genggaman mereka.
Ke sepak bola Afrika?
Klik tombol untuk melihat berita sepak bola kami di Google
![]()
Tetap Terdepan dalam Permainan
Bergabunglah dengan komunitas kami untuk mendiskusikan berita sepak bola terkini dan mendapatkan wawasan eksklusif
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
