
Pertandingan putaran pertama Grup A Piala Afrika Wanita 2026 berakhir pada Minggu malam, dengan stadion-stadion Maroko menjadi tuan rumah pertunjukan sepak bola memukau yang menggetarkan para penggemar.
Dengan kemenangan meyakinkan, baik Maroko dan Aljazair membuat pernyataan kuat sejak awal, mengambil langkah besar untuk mengamankan tempat di perempat final WAFCON.
Aljazair memulai kampanye mereka dengan kemenangan sempurna
Pada laga pembuka grup, Aljazair mengalahkan Senegal dengan kemenangan 2-0. Marine Daffour membuka keunggulan pada menit ke-42, sebelum Melissa Betti menggandakan keunggulan pada menit ke-88 lewat assist gemilang Lina Boussaha. Dengan kemenangan ini, Aljazair untuk sementara menduduki puncak grup, sebelum tuan rumah memasuki pertarungan dengan penuh gaya.
𝗖𝗔𝗡 𝗙É𝗠𝗜𝗡𝗜𝗡𝗘 𝟮𝟬𝟮𝟲: peringkat grup A pada akhir hari pertama!1- Maroko 🇲AF: 3 poin (+4)2- Aljazair 🇩AZ: 3 poin (+2)3- Senegal Sudan: 0 poin (-2)4- Kenya Royce: 0 poin (-4)#CANFéminine2026 #Kelas #GrupA #Carréfoot pic.twitter.com/vkLrSnBzfa
— Carréfoot (@Carre_foot) 26 Juli 2026
Maroko menunjukkan otot mereka melawan Kenya di depan penonton tuan rumah
Pertandingan malam yang sangat dinantikan itu berlangsung di Kompleks Pangeran Moulay El Hassan di Rabat. Didukung oleh penonton tuan rumah yang besar, Atlas Lionesses menghancurkan Kenya 4-0, menandai penampilan WAFCON pertama Kenya dalam satu dekade.
Berkat gol Sakina Ouzraoui pada menit ke-19, Meryem Atiq pada menit ke-28, dan Ibtissam Jraidi pada menit ke-31, Maroko memasuki babak pertama dengan keunggulan 3-0. Atlas Lionesses terus menekan di babak kedua, dengan Ibtissam Jraidi menambahkan gol keduanya dan gol keempat tim pada menit ke-49. Awal yang sempurna bagi runner-up dua kali itu, yang kini memuncaki grup dengan selisih gol.
Klasemen Grup A
Turnamen berlanjut pada 27 Juli di Casablanca dengan dua jadwal pertandingan yang sangat dinantikan.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
