
Tim-tim Afrika nyaris melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Namun menit-menit terakhir terbukti fatal, mengubah harapan mereka untuk lolos menjadi kekecewaan besar.
Total, enam dari sembilan wakil Afrika tersingkir setelah kebobolan gol penentu di momen-momen penutup laga fase gugur mereka.
🚨🚨 6 dari 9 tim Afrika yang tersingkir dari Piala Dunia tersingkir karena kebobolan gol terlambat. 😳👇❌ Afrika Selatan ZAMAN: Kebobolan gol pada menit ke-91.❌ Pantai Gading CHECK🇮: Kebobolan gol pada menit ke-86.❌ Republik Demokratik Kongo CHECK🇩: Kebobolan gol pada menit ke-86.❌ Senegal Swann: Gol… pic.twitter.com/RHXWdMOm0o
— Actu Kaki (@ActuFoot_) 8 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Akhir yang kejam bagi enam tim Afrika
Yang pertama tumbang adalah Afrika Selatan yang tersingkir setelah kebobolan pada menit ke-91. Nasib buruk serupa juga dialami Pantai Gading dan DR Kongo, masing-masing kebobolan gol pada menit ke-86.
Senegal, pada bagiannya, bertahan hingga detik-detik terakhir perpanjangan waktu sebelum kebobolan pada menit ke-125, sementara Tanjung Verde melihat impian mereka hilang setelah sebuah gol pada menit ke-111.
Mesir juga tidak luput dari hal ini. Menghadapi Argentina di babak 16 besar, Firaun kehilangan keunggulannya sebelum menyerah pada gol fatal di menit ke-92, memastikan eliminasi mereka.
Pada akhirnya, statistik ini memberikan kenyataan pahit: momen-momen terakhir pertandingan ini terbukti sangat merugikan tim Afrika, mengakhiri ambisi enam tim.
🔴 Menit saat tim-tim Afrika kebobolan gol yang membuat mereka tersingkir:AZHEA Afrika Selatan — peringkat ke-91 Pantai Gading — peringkat ke-86 Kongo — peringkat ke-86, Senegal — peringkat ke-125, Tanjung Verde — peringkat ke-111, Mesir — ke-92, Manajemen akhir pertandingan yang buruk. 😔 pic.twitter.com/7ugFoKZdEx
— AllezLesLions (@AllezLesLions) 8 Juli 2026
Mesir Membangun Impian Selama 79 Menit — Lalu Messi dan Argentina Mencurinya
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
