Piala Dunia 2026: "Besok, negaraku adalah Aljazair," Petkovic menggugah hati warga Aljazair

Piala Dunia 2026: "Besok, negaraku adalah Aljazair," Petkovic menggugah hati warga Aljazair

Menjelang pertandingan babak 16 besar melawan Swiss, Vladimir Petkovic menepis pertanyaan tentang latar belakang Swissnya, dengan menegaskan bahwa ia hanya memiliki satu ambisi: memimpin Partai Hijau ke kualifikasi.

Hanya beberapa jam sebelum pertemuan bersejarah, Vladimir Petkovic menghadap media untuk membahas pertarungan unik melawan mantan timnya. Memang benar, ahli taktik keturunan Swiss-Bosnia ini pernah melatih Swiss, sebuah fakta yang tentu saja mendominasi perbincangan, meski hal itu tidak menggoyahkan tekadnya.

Baca juga: Piala Dunia 2026: Aljazair Ungguli Argentina dan Jerman di Peringkat Ini

“Besok, negaraku adalah Aljazair”

Tentu saja, Petkovic ditanyai tentang hubungannya dengan Nati, tapi dia segera meluruskannya.

“Saya orang Swiss, tapi besok negara saya adalah Aljazair dan saya ingin menang. Saya tidak mencampuradukkan hal itu,” tegasnya.

“Saya mempunyai pengalaman yang luar biasa dan saya bangga menjadi orang Swiss, namun besok saya akan menjadi pelatih Aljazair. Keluarga saya tidak akan menentang hal ini—sebaliknya, mereka akan mendukung saya.”

Pelatih juga menolak mempersonalisasikan pertarungan tersebut:

“Ini bukan Petkovic versus Swiss, atau duel antara Petkovic dan Murat Yakin. Ini Aljazair versus Swiss, dua tim yang memainkan sepakbola berkualitas dan ingin menjaga impian mereka tetap hidup.”

Dia bahkan memuji rekannya dari Swiss, dengan menyebutnya sebagai “pelatih yang sangat baik” dengan “hasil yang luar biasa.”

Terima kasih, Lawrence. 🇩AZ🌻Kami akan selalu mengingat sambutan dan dukungan Anda yang luar biasa. Sampai bertemu lagi… 💚#LesVerts ⭐️⭐️ | #123VivaLAlgérie 🇩AZ | #Piala Dunia2026 | #FIFAWORLDCUP pic.twitter.com/WmC5QUK3JO

— Tim sepak bola Aljazair (@LesVerts) 1 Juli 2026

Tidak ada keunggulan taktis dari masa lalunya di Swiss

Apakah pengetahuannya yang mendalam tentang sepak bola Swiss memberikan keunggulan bagi Fennecs? Petkovic sebenarnya tidak berpikir demikian.

“Sepak bola sudah menjadi universal. Semua orang mengenal semua orang saat ini. Saya mengenal para pemain Swiss dan mereka juga mengenal saya, namun itu bukanlah sebuah keuntungan nyata.”

Dia juga menegaskan bahwa rencana permainannya akan dibangun berdasarkan kekuatan Aljazair, bukan kekuatan lawannya:

“Kami ingin fokus pada kekuatan dan kelemahan kami, bukan pada lawan.”

Mengenai kiper mana yang akan menjadi starter, sang pelatih menjaga ketegangan tetap hidup:

“Kami punya tiga kiper. Mereka semua dalam kondisi bagus, dan kita lihat saja siapa yang jadi starter besok.”

Soliditas dan efisiensi pertahanan: dua area fokus utama

Setelah lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik setelah babak penyisihan grup yang diperebutkan dengan sengit, Aljazair tahu bahwa mereka harus meningkatkan permainannya untuk menjaga impian tetap hidup. Vladimir Petkovic telah menunjukkan beberapa area yang perlu ditingkatkan, dimulai dengan keseimbangan pertahanan.

“Kami kebobolan terlalu banyak gol sejak awal turnamen. Itu sesuatu yang perlu kami perbaiki. Di saat yang sama, kami juga mencetak banyak gol. Kuncinya adalah terus berkembang,” tegas bos Partai Hijau itu.

Ahli taktik asal Swiss ini juga menyoroti kurangnya efisiensi timnya di kedua kotak penalti:

“Kami harus lebih klinis. Pada tahap kompetisi ini, setiap peluang berarti dan setiap detail dapat membuat perbedaan.”

Sesi latihan terakhir The Greens sebelum pindah ke Vancouver 🇩AZ💚#LesVerts ⭐️⭐️ | #123VivaLAlgérie 🇩AZ | #Piala Dunia2026 | #FIFAWORLDCUP pic.twitter.com/Fa61MwbytE

— Tim sepak bola Aljazair (@LesVerts) 30 Juni 2026

Waspadalah terhadap kolektif Swiss, bukan hanya Xhaka

Ditanya soal kekuatan lawan, sang pelatih menolak menyebutkan satu pemain pun, meski nama Granit Xhaka berulang kali disebutkan.

“Swiss adalah tim yang berbahaya. Xhaka adalah pemain hebat, dia selalu menunjukkan hal itu. Senang melihatnya besok. Tapi saya tidak ingin fokus hanya pada satu pemain: tidak hanya Xhaka, ada pemain bagus lainnya juga.”

Sunderland dilaporkan menuntut lebih dari £30 juta untuk mempertimbangkan membiarkan Granit Xhaka pergi. Klub juga marah setelah Chelsea mengajukan tawaran £8 juta, meski telah diberitahu bahwa gelandang Swiss itu tidak akan dijual.[@alex_crook via @talkSPORT] pic.twitter.com/V1f2TNcPgt

— Chelsea FR (@ChelseaFrance) 30 Juni 2026

Seruan yang penuh gairah kepada orang ke-12

Setelah pertandingan yang menuntut fisik melawan Austria, Petkovic menampik segala alasan terkait kelelahan atau kondisi perjalanan:

“Saya tidak ingin bicara soal cuaca atau jarak, karena hal itu bisa dianggap sebagai alasan. Para pemain saya tidak punya masalah dalam hal itu.”

Ia juga menegaskan menunjuk Swiss sebagai favorit, sambil mengingat banyak kejutan yang telah terjadi di turnamen ini:

“Besok, Swiss adalah favorit. Beberapa favorit kesulitan dalam kompetisi ini. Kami harus memberikan segalanya di lapangan.”

Akhirnya, karena sangat tersentuh oleh suasana kegembiraan setelah kualifikasi, sang pelatih mengandalkan dukungan besar dari tribun penonton:

“Saya melihat beberapa video indah dari para penggemar kami. Seluruh negara sangat gembira setelah kualifikasi kami. Saya berharap stadion akan dipenuhi oleh pendukung Aljazair lagi besok. Kami akan melakukan segala kemungkinan untuk menang.”²


Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.

Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *