Pemilihan
Setelah mengalahkan Aljazair, Emiliano Martínez berbagi pemikirannya tentang Fennec

Piala Dunia 2026: Emiliano Martínez melihat Aljazair mengalahkan Yordania dan Austria
Saat Aljazair bangkit dari kekalahan telak melawan Argentina, seorang pemain dari Albiceleste menyampaikan beberapa komentar tak terduga tentang Fennecs. Emiliano Martínez memuji kualitas tim nasional dan menyatakan keyakinannya terhadap penampilan mereka di masa depan.
Meski Aljazair kalah telak 3-0 dari Argentina di laga pembuka Piala Dunia 2026, Emiliano Martínez tampaknya tidak mengkhawatirkan prospek Fennecs. Berbicara kepada outlet Aljazair Kompetisi di zona campuran usai pertandingan, kiper Albiceleste menyatakan bahwa pasukan Vladimir Petkovic memiliki apa yang diperlukan untuk bangkit kembali melawan Yordania dan Austria.
Emiliano Martínez berharap Aljazair bangkit kembali
Penjaga gawang Aston Villa menyampaikan ulasan yang sangat cemerlang tentang skuad Aljazair:
“Saya pikir Aljazair adalah tim yang sangat bagus. Mereka tahu cara menggerakkan bola, dan itu sudah mengesankan. Mereka punya kecepatan tinggi di sayap dan Bentaleb mengendalikan lini tengah sepenuhnya. Saya pikir mereka akan mengalahkan Austria dan Yordania. Saya yakin mereka akan pulih dan bergerak maju. Saya sangat menyukai cara tim Aljazair bermain, dan mereka berhasil tetap rendah hati meski kalah.”
Namun, Partai Hijau kini harus memenuhi pujian tersebut di lapangan. Pertandingan mereka berikutnya melawan Yordania, yang dijadwalkan pada 23 Juni, sudah terlihat menentukan dalam menjaga harapan mereka untuk mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2026 tetap hidup.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 / Argentina – Aljazair: Meski Kalah Telak, Petkovic Tak Mau Cari Kambing Hitam
Ke sepak bola Afrika?
Klik tombol untuk melihat berita sepak bola kami di Google
![]()
Tetap Terdepan dalam Permainan
Bergabunglah dengan komunitas kami untuk mendiskusikan berita sepak bola terkini dan mendapatkan wawasan eksklusif
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
