
FIFA segera mengubah peraturannya mengenai akses stadion untuk Piala Dunia 2026. Mulai saat ini, kipas angin tidak lagi diperbolehkan masuk dengan membawa botol air, termasuk yang dapat digunakan kembali. Keputusan ini diambil hanya beberapa minggu setelah versi kode etik masih mengizinkan penggunaan botol plastik bening dan kosong.
Berdasarkan komunikasi yang dikirimkan kepada pemegang tiket, larangan tersebut kini bersifat mutlak, dengan hanya satu pengecualian: botol bayi dan air steril untuk bayi, serta cairan yang diperlukan untuk alasan medis, asalkan dokumentasi yang sesuai ditunjukkan.
Masalah keamanan dan panas
FIFA membenarkan langkah ini terutama karena alasan keamanan, karena botol dapat digunakan sebagai proyektil di tribun penonton. Namun, tindakan ini menimbulkan kekhawatiran khusus mengingat panas ekstrem yang diperkirakan terjadi selama turnamen di Amerika Utara.
Beberapa penelitian menyebutkan pertandingan dimainkan dalam kondisi tekanan panas tinggi, terutama di stadion yang tidak tertutup. Kritikus sudah menyuarakan keprihatinan mereka tentang risiko terhadap kenyamanan dan kesehatan penonton.
Eksklusif @TheAthleticFC FIFA membuat perubahan mendadak pada peraturan stadion Piala Dunia: LARANGAN penggemar membawa botol plastik isi ulang, sehingga penggemar harus membeli air di stadion. Mulai bulan Mei, botol kosong diizinkan sehingga penggemar dapat mengisi ulang di tengah kekhawatiran panas. Tidak sekaranghttps://t.co/OuyjvgPoxN
— Adam Crafton (@AdamCrafton_) 3 Juni 2026
Meskipun sistem hidrasi direncanakan untuk para pemain, larangan ini memicu kembali perdebatan mengenai akses air untuk penggemar dan praktik penetapan harga di dalam stadion. Ini merupakan kontroversi lain bagi sebuah organisasi yang sudah menjadi sorotan dalam pengambilan keputusan logistiknya.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
