Piala Dunia 2026: Haiti, negara pertama yang tersingkir dari turnamen

Piala Dunia 2026: Haiti, negara pertama yang tersingkir dari turnamen
Petualangan timnas Haiti sudah berakhir. Dikalahkan 3-0 oleh Brasil di matchday kedua penyisihan grup, Grenadiers resmi menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Dengan dua kekalahan dari banyak pertandingan, Haiti tidak bisa lagi berharap untuk finis di antara tim yang lolos ke babak berikutnya. Bahkan kemenangan di pertandingan terakhir mereka melawan Maroko tidak akan cukup untuk membalikkan keadaan secara matematis.
Sebuah kampanye yang penuh dengan penyesalan
Penyisihan ini sebagian besar terselesaikan saat kalah dari Skotlandia. Meski tampil menjanjikan dan periode dominasi, Haiti gagal memanfaatkan peluang mereka. Kekalahan itu pada akhirnya terbukti menentukan dalam perebutan kualifikasi.
Melawan Brasil, skuad Haiti kemudian dikalahkan oleh lawan yang lebih berpengalaman, kebobolan tiga gol lagi tanpa berhasil mencetak gol.
Eliminasi, tapi juga menjadi alasan kebanggaan
Meski keluar lebih awal, perjalanan Haiti patut mendapat pengakuan. Grenadiers berhasil lolos ke Piala Dunia setelah kemajuan bertahun-tahun, memberikan harapan dan kebanggaan bagi seluruh bangsa yang menghadapi berbagai tantangan.
Sebelum tersingkir dari turnamen ini, Haiti akan memainkan satu pertandingan terakhir melawan Maroko, yang bertujuan untuk mengakhiri kampanye Piala Dunia mereka dengan catatan positif.
Setelah dua pertandingan, penghitungannya mencapai dua kekalahan, nol gol dicetak, dan kebobolan empat. Haiti menjadi tim pertama yang tersingkir dari Piala Dunia 2026, namun kembalinya mereka ke pentas global tetap menjadi tonggak penting dalam sejarah sepak bola Haiti.
Ke sepak bola Afrika?
Klik tombol untuk melihat berita sepak bola kami di Google
![]()
Tetap Terdepan dalam Permainan
Bergabunglah dengan komunitas kami untuk mendiskusikan berita sepak bola terkini dan mendapatkan wawasan eksklusif
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
