
Pemerintah Yordania telah mengumumkan, dalam pernyataan resmi, tindakan pengecualian terkait jam kerja pada kesempatan pertandingan Nashama selama Piala Dunia 2026 edisi ke-23.
๐๐๐น๐น ๐ง๐ถ๐บ๐ฒ | ๐๐ป๐๐ฒ๐ฟ๐ป๐ฎ๐๐ถ๐ผ๐ป๐ฎ๐น ๐๐ฟ๐ถ๐ฒ๐ป๐ฑ๐น๐ ๐ ๐ฎ๐๐ฐ๐ต pic.twitter.com/1otgV6r6CJ
– Jordan FA – Asosiasi Sepak Bola Jordan (@JordanFA) 31 Mei 2026
jordan menunda dimulainya hari kerja
Sesuai dengan keputusan yang dibuat atas instruksi Perdana Menteri Dr. Jaafar Hassan, administrasi publik akan memulai hari kerja mereka secara khusus pada pukul 10:00, bukan pukul 08:30 pada tanggal 17, 23, dan 28 Juni.
Pernyataan pemerintah menetapkan:
Perdana Menteri, Dr. Jaafar Hassan, telah memutuskan untuk menunda dimulainya jam kerja pagi di administrasi publik menjadi pukul 10:00 pada hari-hari ketika tim nasional Yordania akan memainkan pertandingannya di Piala Dunia.
Berdasarkan keputusan tersebut, jam kerja resmi akan dimulai pada pukul 10.00 pada tanggal 17, 23, dan 28 Juni.
Tindakan ini bertujuan agar warga dapat mengikuti pertandingan tim nasional dan mendukung mereka selama partisipasi bersejarah mereka dalam kompetisi ini.
Sekadar mengingatkan, Jordan akan bermain di final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarahnya. Nashama menghadapi tantangan berat di grup berkaliber tinggi yang menampilkan Argentina, Aljazair, dan Austria.
Jordan, salah satu lawan Argentina di babak penyisihan grup, telah mengumumkan skuad awal Piala Dunia yang berisi 30 pemain. Kemungkinan untuk pertama kalinya, pemain yang dikontrak klub Malaysia bisa tampil di Piala Dunia, dengan Selangor mendapat kehormatan itu. Prospek menonton Noorโฆ pic.twitter.com/CvXc2oNUOv
โ Sivan John (@SivanJohn_) 18 Mei 2026
Piala Dunia 2026, Yordania: Jamal Sellami tunduk pada Aljazair
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
