Piala Dunia 2026: Pantai Gading kehilangan pendukungnya! (Resmi)

Piala Dunia 2026: Pantai Gading kehilangan pendukungnya! (Resmi)

Pantai Gading akan bermain di Piala Dunia tanpa pendukungnya! (Resmi)

Piala Dunia 2026: Pantai Gading kehilangan pendukungnya! (Resmi)

Piala Dunia 2026: Pantai Gading kehilangan pendukungnya! (Resmi)

Hanya beberapa hari jelang debut di Piala Dunia 2026, Pantai Gading menghadapi situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. The Elephants harus berkompetisi tanpa dukungan dari pendukung mereka, yang telah menjadi korban pembatasan masuk yang diberlakukan oleh otoritas AS.

Piala Dunia 2026 bahkan belum dimulai, dan Pantai Gading sudah dilanda kekecewaan besar. Menurut L’Équipe, The Elephants akan memainkan seluruh babak penyisihan grup tanpa dukungan penggemar yang bepergian dari rumah, karena pembatasan masuk yang diberlakukan oleh otoritas Amerika.

Baca juga: Piala Dunia 2026: Maza, Diomandé… 10 bintang baru Afrika yang patut diperhatikan

Piala Dunia tanpa pendukung Pantai Gading

Situasi ini sangat menyedihkan bagi para pemimpin Komite Nasional Pendukung Gajah (CNSE).

“Amerika Serikat telah menjelaskan kepada kami bahwa mereka tidak ingin melihat para pendukung kami,” keluh presiden AS, Julien Kouadio Adonis.

Memang benar, CNSE berharap dapat mengumpulkan sekitar 500 penggemar untuk mendukung tim di Amerika Serikat. Namun, setelah melalui prosedur yang panjang, hanya segelintir pejabat yang akhirnya diberikan visa.

“Butuh banyak diskusi dan negosiasi hanya untuk didengarkan,” ungkap Kouadio.

Situasi di luar Pantai Gading

Rasa frustrasinya semakin besar karena para pendukung melihat ketidakhadiran ini sebagai sebuah patah hati yang nyata.

“Situasi ini sangat menyakiti kami, karena menghalangi kami memenuhi tugas mendasar kami—mendukung tim kami,” tambah pemimpin Pantai Gading itu.

Apalagi, persoalan ini tidak hanya terjadi di Pantai Gading saja. Wasit Somalia Omar Artan juga ditolak meski memiliki visa yang sah. Hal ini terjadi seperti yang diperingatkan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio: “Tiketmu bukan visa.” Kontroversi baru berkembang hanya beberapa jam sebelum Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah dimulai.

Ke sepak bola Afrika?

Klik tombol untuk melihat berita sepak bola kami di Google

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Tetap Terdepan dalam Permainan

Bergabunglah dengan komunitas kami untuk mendiskusikan berita sepak bola terkini dan mendapatkan wawasan eksklusif

Piala Dunia 2026

Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.

Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *