Sang legenda menolak untuk menyerah.
Piala Dunia 2026
Hari ini pukul 06:27

Gambar Getty
18.06.26
FT
Piala Dunia
1
:
1
Beban ekspektasi suatu negara sangat berada di pundak Cristiano Ronaldo ketika Portugal tersingkir di Piala Dunia 2026. Sang kapten ikonik, sosok yang telah mendefinisikan sepak bola Portugal dari generasi ke generasi, mendapati dirinya berada di pusat badai yang berputar-putar—para kritikus mempertajam pena mereka atas kekeringan golnya yang berkepanjangan, sementara media membedah setiap sentuhan bola.
Namun alih-alih berdiam diri, veteran berusia 41 tahun itu memilih untuk menghadapi kebisingan tersebut secara langsung. Melalui media sosial, Ronaldo menyampaikan pesan yang merupakan seruan sekaligus jaminan bagi jutaan orang yang mengenakan seragam merah dan hijau dengan bangga.
Ia tidak berbasa-basi mengenai kekecewaannya karena kehilangan poin pada pertandingan pembuka melawan DR Kongo, namun ia menolak membiarkan hasil tunggal tersebut menentukan perjalanan timnya. “Ini bukanlah awal yang kami inginkan, namun ini masih jauh dari selesai,Ronaldo menyatakan, nadanya membawa keyakinan yang jelas dari seorang pria yang telah membungkam orang-orang yang ragu sebelumnya.
Dalam pandangannya, ujian sebenarnya bagi tim Portugal ini bukan terletak pada aksi pembukaannya, namun pada pertempuran yang belum terjadi di wilayah Amerika Utara. Menutup pidatonya, sang kapten menyampaikan permohonan yang tulus kepada skuadnya dan para pendukung setianya: singkirkan rasa frustrasi, salurkan setiap energi untuk pertandingan mendatang, dan nyalakan kembali keyakinan bahwa lolos ke babak grup masih dalam jangkauan.
Ke sepak bola Afrika?
Klik tombol untuk melihat berita sepak bola kami di Google
![]()
Tetap Terdepan dalam Permainan
Bergabunglah dengan komunitas kami untuk mendiskusikan berita sepak bola terkini dan mendapatkan wawasan eksklusif
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
