
Kapten Mamelodi Sundowns Themba Zwane menyatakan kegembiraannya menjadi pemain Afrika Selatan pertama yang memenangkan dua gelar Liga Champions CAF.
Hal ini terjadi setelah Brasil mengalahkan tim Maroko sejauh ini dengan agregat 2-1 di final pada akhir pekan untuk mengamankan gelar kontinental kedua mereka, satu dekade setelah kemenangan perdananya.
Zwane, sebagai hasilnya, melampaui legenda Bajak Laut Orlando Jerry Sikhosana untuk menjadi pemain dengan mahkota Liga Champions terbanyak di negara asalnya, karena keduanya sama-sama meraih satu gelar.
Merefleksikan pencapaian pribadinya, kapten Downs mengatakan tujuan utamanya adalah mencetak rekornya sendiri, berterima kasih kepada semua orang di Chloorkop karena membantunya mencapai prestasi tersebut.
“Saya merasa senang, karena sebagian dari Anda tahu bahwa di tempat asal saya di Tembisa, ada seseorang yang pernah menjuarai Liga Champions sebelumnya. Jadi, tujuan saya adalah menetapkan standar saya sendiri dan menjadi contoh yang baik bagi generasi muda,” kata Zwane.
“Dan terima kasih kepada rekan satu tim saya, terima kasih kepada ketua saya, pelatih, terima kasih atas kesempatan yang mereka berikan kepada saya.
Sempat menjadi bagian skuad Sundowns yang meraih trofi pertama Liga Champions, Zwane tak mau disamakan saat didesak tim mana yang punya kualitas pemain lebih baik.
“Bagi saya, sejujurnya, saya pikir kedua tim memiliki kualitas, kedua tim memiliki rasa lapar, dan agresi serta dukungan yang mereka berikan satu sama lain,” tambah playmaker veteran itu.
“Saya tidak bisa duduk dan membandingkannya, tapi bagi saya ini hanya untuk memberikan penghargaan kepada kedua kelompok atas kerja keras dan dedikasinya.
Zwane sekarang akan mengalihkan fokusnya ke Piala Dunia FIFA 2026 yang sangat ditunggu-tunggu karena ia diperkirakan akan masuk dalam skuad 26 pemain terakhir Hugo Broos untuk pertandingan global tersebut.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
