
Meski kesepakatan awal sudah terjalin antara Vladimir Petkovic dan FAF, beberapa faktor masih menghalangi perpanjangan kontrak pelatih kepala Aljazair.
Menurut laporan dari outlet Aljazair, Compétition, negosiasi perpanjangan kontrak Vladimir Petkovic dengan Aljazair masih terhenti meskipun kedua belah pihak telah mencapai pemahaman awal.
Lihat juga: U17 AFCON / Aljazair vs Ghana: Saluran mana dan jam berapa untuk menonton pertandingan secara langsung?
Beberapa alasan dikemukakan atas keterlambatan ini. Pertama, pertemuan yang dijadwalkan pada pertengahan April antara Petkovic, pengacaranya, dan pejabat FAF dibatalkan setelah pengacara pelatih Swiss itu dirawat di rumah sakit. Selain itu, negosiasi keuangan yang rumit juga memperumit masalah. Saat ini berpenghasilan sekitar €135.000 per bulan, Petkovic sedang mencari peningkatan gaji setelah Aljazair lolos ke Piala Dunia 2026, sementara FAF bertekad untuk tidak mengulangi kelebihan finansial di era Djamel Belmadi.
Hitung mundur terus berlanjut… 30 hari menuju Piala Dunia 🌍⚽Satu bulan lagi ⏳#LesVerts ⭐⭐ | #123VivaAlgerie 🇩AZ| #FIFAWorldCup pic.twitter.com/28gFv3qVA0
— Tim sepak bola Aljazair (@LesVerts) 11 Mei 2026
Compétition juga melaporkan bahwa kedua belah pihak berselisih mengenai waktu. FAF ingin menyelesaikan situasi ini sebelum kamp pelatihan pada 25 Mei untuk menstabilkan lingkungan Partai Hijau, sementara Petkovic lebih memilih menunggu hingga Piala Dunia selesai untuk bernegosiasi dari posisi yang berpotensi lebih kuat. Terakhir, klausul yang terkait dengan hasil, target tinggi yang ditetapkan untuk Piala Dunia 2026 dan AFCON 2027, serta minat yang dilaporkan dari federasi Polandia, semuanya menambah tekanan pada pembicaraan saat ini.
📸🇩AZ🆚utan🇾#LesVerts⭐️⭐️ | #123vivalAlgérie🇩aster pic.twitter.com/Y1jgN3mcV1
— Tim sepak bola Aljazair (@LesVerts) 31 Maret 2026
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
