
Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF) telah resmi mengumumkan penunjukan Diego Forlán sebagai pelatih kepala tim nasional. Mantan striker ikonik Celeste ini mengambil alih jabatan Marcelo Bielsa, yang mengundurkan diri setelah apa yang dianggap pejabat Uruguay sebagai kampanye Piala Dunia yang mengecewakan.
Forlán turun tangan pada masa transisi. Kontraknya saat ini berlaku hingga Maret 2027, dan pada saat itu AUF akan memutuskan apakah akan melanjutkannya atau mendatangkan pelatih baru.
Misi sementara dengan beberapa perlengkapan penting
Menurut presiden AUF Ignacio Alonso, penunjukan Forlán adalah bagian dari proyek jangka panjang yang telah dikerjakan selama beberapa tahun.
“Komite Eksekutif AUF memilih Diego. Kami bertemu dengannya pada tahun 2022 untuk mengintegrasikannya ke dalam proyek. Hari ini dia sangat antusias,” jelasnya.
Bos baru ini akan memimpin Uruguay dalam pertandingan internasional mendatang, termasuk pertandingan selama jendela FIFA pada bulan September, Oktober, dan November, serta pertandingan persahabatan hingga Maret 2027.
Ia juga akan memimpin timnas U20 yang akan berlaga di Kejuaraan U20 Amerika Selatan yang dijadwalkan pada Januari 2027.
Legenda Celeste di bangku cadangan
Mantan kapten dan tokoh penting dalam sepak bola Uruguay, Diego Forlán mengetahui lingkungan tim nasional luar dalam. Pemenang Sepatu Emas Eropa dua kali, terutama bersama Atlético Madrid dan Villarreal, ia meninggalkan jejaknya dalam sejarah Celeste, memainkan peran penting selama Piala Dunia 2010, di mana ia memenangkan Bola Emas turnamen tersebut.
Kini sebagai seorang manajer, dia harus mewariskan pengalamannya kepada generasi baru dan membangun kembali skuad ambisius yang mampu kembali ke puncak.
Pengalaman terbatas tetapi profil yang sangat dihormati
Forlán sudah mempunyai pengalaman di pinggir lapangan. Dia mengelola Peñarol pada tahun 2020, mengawasi 11 pertandingan, sebelum mengambil alih Atenas de San Carlos di divisi dua Uruguay pada tahun 2021, melatih 12 pertandingan.
Forlán akan menjadi pelatih Uruguay… hingga Maret 👨🏫 https://t.co/tOqAOYwKL9
— MARCA (@marca) 12 Juli 2026
Dengan penunjukan ini, AUF bertaruh pada mantan pahlawan nasional untuk memimpin transisi dan membangun masa depan. Beberapa bulan mendatang akan terungkap apakah Forlán dapat meyakinkan federasi untuk mempertahankannya memimpin Celeste dalam jangka panjang.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
