
Masa jabatan Marcelo Bielsa sebagai pelatih kepala timnas Uruguay tampaknya akan segera berakhir. Usai tersingkir di babak penyisihan grup Piala Dunia, La Celeste kemungkinan besar tidak akan memperpanjang kontrak manajer asal Argentina yang sedianya akan habis pada akhir turnamen.
Sementara beberapa media melaporkan adanya pemberontakan pemain terhadap pelatih mereka selama kompetisi berlangsung, Jorge Giordano, direktur tim nasional Federasi Sepak Bola Uruguay, dengan cepat menyangkal klaim tersebut sekembalinya ke Montevideo.
“Jujur, saya tidak tahu apa yang dipublikasikan. Saya tahu ada yang bilang pernah menanyakan sesuatu kepada pelatih, tapi tidak masuk akal. Orang itu bilang, mereka meminta sesi latihan dengan satu kelompok saja dan berdiskusi dengannya. Nah, yang mereka minta—sesi dengan satu kelompok—terjadi. Itu permintaan mereka satu-satunya,” ujarnya di bandara Montevideo.
Manajer Uruguay menanggapi pemberontakan pemain; Bielsa tidak akan memperpanjang kontraknya. Kontrak pelatih tidak akan diperpanjang, setelah tersingkir di babak penyisihan grup, dan akan memberikan wawancara Selasa ini.➡️Lihat: Reuters#CopanaGlobo #ge2026 #futebol… pic.twitter.com/LPzKCRQPFL
— ge (@geglobo) 29 Juni 2026
Adapun Marcelo Bielsa, ia akan berbicara kepada media pada Selasa ini dalam konferensi pers di Stadion Centenario Montevideo. Pelatih berusia 70 tahun itu diperkirakan akan mengomentari ketegangan yang dilaporkan di dalam skuad serta masa depannya—yang kini tampaknya akan terus berlanjut jauh dari ruang istirahat tim nasional Uruguay.
Piala Dunia 2026
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi paling revolusioner dalam sejarah sepak bola dunia. Turnamen ini untuk pertama kalinya akan diselenggarakan di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat dari 32 menjadi 48 tim, membuka peluang lebih besar bagi negara-negara dari berbagai konfederasi untuk tampil di panggung global. Format baru ini akan menghadirkan lebih banyak pertandingan, atmosfer kompetisi yang lebih luas, serta jangkauan penonton yang semakin besar di seluruh dunia.
Dengan skala yang jauh lebih besar, FIFA menargetkan turnamen ini sebagai ajang yang tidak hanya kompetitif tetapi juga spektakuler dari sisi teknologi dan pengalaman penonton. Stadion-stadion modern di berbagai kota tuan rumah telah dipersiapkan untuk menghadirkan pertandingan berkelas dunia, didukung oleh inovasi seperti peningkatan sistem VAR dan pengalaman digital bagi fans. diprediksi akan menjadi tonggak baru dalam evolusi sepak bola internasional, memperkuat popularitas olahraga ini sekaligus menciptakan momen-momen bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.
